Kamis, 29 Oktober 2015

Syair Yang Mebuat Imam Ahmad Mengangis

Ini sebuah kutipan syair yang diriwayatkan di dalam buku karya Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah yg membuat Imam Ahmad menangis tersedu-sedu hingga hampir pingsan. Hal ini menunjukkan betapa lembut dan pekanya hati Imam Ahmad terhadap hal yang mengingatkan manusia kepada Rabbinya,dosanya, dan kehidupan akhiratnya.

ﺇﺫَﺍ ﻣَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻲ ﺭَﺑِّﻲ ﺃﻣَﺎ ﺍﺳﺘﺤﻴﻴﺖَ ﺗَﻌﺼﻴﻨِﻲ … ﻭﺗُﺨﻔﻲ ﺍﻟﺬَّﻧﺐَ ﻋﻦ ﺧَﻠْﻘﻲ ﻭﺑﺎﻟﻌﺼﻴﺎﻥ ﺗﺄﺗﻴﻨﻲ
ﻓﻜﻴﻒ ﺃﺟﻴﺐ ﻳﺎ ﻭﻳﺤﻲ ﻭﻣﻦ ﺫﺍ ﺳﻮﻑ ﻳﺤﻤﻴﻨﻲ … ﺃﺳﻠﻲ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺑﺎﻵﻣﺎﻝ ﻣﻦ ﺣﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺣﻴﻦِ
ﻭﺃﻧﺴﻰ ﻣﺎ ﻭﺭﺍﺀ ﺍﻟﻤﻮﺕِ ﻣﺎﺫﺍ ﺑﻌﺪُ ﺗﻜﻔﻴﻨﻲ … ﻛﺄﻧﻲ ﻗﺪ ﺿﻤِﻨْﺖُ ﺍﻟﻌﻴﺶَ ﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻳﺄﺗﻴﻨﻲ
ﻭﺟﺎﺀﺕ ﺳﻜﺮﺓ ﺍﻟﻤﻮﺕِ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓُ ﻣﻦ ﺳﻴَﺤْﻤﻴﻨﻲ … ﻧﻈﺮﺕُ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻮﺟﻮﻩِ ﺃﻟﻴﺲَ ﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﺳﻴﻔﺪﻳﻨﻲ
ﺳﺄُﺳْﺄَﻝ ﻣﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺪَّﻣﺖُ ﻓﻲ ﺩﻧﻴﺎﻱَ ﻳُﻨﺠﻴﻨﻲ … ﻓﻜﻴﻒ ﺇﺟﺎﺑﺘﻲ ﻣﻦ ﺑﻌﺪُ ﻣﺎ ﻓﺮَّﻃﺖُ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻲ
ﻭﻳﺎ ﻭﻳﺤﻲ ﺃﻟﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ … ﺃﻟﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﺑﻤﺎ ﻗﺪ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﻗﺎﻑٍ ﻭﻳﺎﺳﻴﻦِ
ﺃﻟﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﺑﻴﻮﻡ ﺍﻟﺤﺸﺮ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﻭﺍﻟﺪﻳﻨﻲ … ﺃﻟﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻣﻨﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﻮﺕِ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ ﻳﻨﺎﺩﻳﻨﻲ
ﻓﻴَﺎ ﺭﺑَّﺎﻩ ﻋﺒﺪٌ ﺗﺎﺋﺐٌ ﻣﻦ ﺫﺍ ﺳﻴﺄﻭﻳﻨﻲ … ﺳﻮﻯ ﺭﺏٍّ ﻏﻔﻮﺭٍ ﻭﺍﺳﻊٍ ﻟﻠﺤﻖِّ ﻳﻬﺪﻳﻨﻲ
ﺃﺗﻴﺖُ ﺇﻟﻴﻚ ﻓﺎﺭﺣﻤﻨﻲ ﻭﺛﻘِّﻞ ﻓِﻲ ﻣﻮﺍﺯﻳﻨِﻲ … ﻭﺧﻔﻒ ﻓﻲ ﺟﺰﺍﺋﻲ ﺃﻧﺖ ﺃﺭﺟﻰ ﻣﻦ ﻳُﺠﺎﺯﻳﻨﻲ.


Artinya :
Jika Rabbiku mengatakan kepadaku: Tidak malukah kau bermaksiat kepada Ku?
Engkau menutupi dosa dari para makhluk Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau mendatangi Ku.
Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku.

Aku terus menghibur diri dengan angan-angan (dunia) dari waktu ke waktu.
Tetapi aku lalai dengan perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu.
Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku.

Saat sakaratulmaut yang dahsyat itu benar datang, siapakah yang mampu melindungiku.
Aku melihat wajah orang. Tidakkah ada diantara mereka yang mau menebusku?
Aku akan ditanya, tentang apa yang kukerjakan di dunia ini yang dapat menyelamatkanku.

Maka bagaimanakah jawabanku setelah aku lupakan agamaku.
Sungguh celakalah aku. Tidakkah ku dengar firman Allah yang menyeruku?
Tidakkah pula kudengar ayat yang ada di Surat Qaaf dan Yasin itu?
Bukankah kudengar tentang hari kebangkitan, hari dikumpulkan dan hari pembalasan itu?
Bukankah kudengar pula panggilan kematian yang terus melayangkan panggilan dan seruan kepadaku?

Maka ya Rabbi... akulah hambamu yang bertaubat. Tidak ada yang dapat melindungiku,Melainkan Rabbi yang Maha Pengampun, lagi Maha Luas Karunianya… Dia lah yang menunjukkan hidayah kepadaku
Aku telah datang kepada Mu,maka rahmatilah aku,dan beratkanlah timbanganku,Ringankanlah hukumanku, Sungguh Engkaulah yang paling kuharapkan pahalanya untukku.

#Al Faqir Sabrun

Terlalu Mudah Memberi

Terlalu mudah memberi cinta ini,
terlalu sulit ketika harus melepasnya.
Tapi tak mengapa, semua memang salahku.
Ketika hati berjanji mengangkat pada satu hati,
tapi semua janji itu pergi begtu saja,
seakan tak pernah ada janji manis yang dulu kau ucap.

Apa guna aku sesali, apa guna aku tangisi.
Apa yang telah terjadi biarkanlah terjadi.
Karena walaupun kita tak mungkin bersama dan tak kan pernah bisa.
Tapi aku yakin setiap cinta ini punya makna tersendiri dan sampai kapanpun tetap menjadi cinta .

Rabu, 21 Oktober 2015

Kisah Sa'labah

Dahulu, ketika zaman Nabi Muhammad saw. Ada seorang lelaki yang bernama Sa'labah. Dia terkategorikan sebagai seorang yang kurang mampu dalam hal materi atau bahasa kita, Ia seorang fakir (miskin). Namun jika kita tengok dari sisi yang lain, dalam hal ibadah kepada Allah, Ia termasuk golongan hamba yang tidak meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Tentu menjadi hal yang luar biasa, seorang pria yang miskin harta namun ketaatannya tidak membuatnya miskin ruhiyah. (Allah pun menjanjikan pertolongan diakhirat kelak ketika tak ada pertolongan lain selain pertolongan-Nya bagi laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid)

Suatu waktu sosok Sa'labah ini menarik perhatian Rasulullah. Rasulullah selalu melihatnya pulang lebih awal dan terburu-buru ketika usai berjamaah di masjid.

Rasulullah pun hendak menghampirinya dan berkata wahai Sa'labah mengapa tiap selesai berjamaah engkau selalu pulang lebih awal dan aku melihatnya seperti terburu-buru? 

Sa'labah pun berkata bahwa di rumahnya hanya ada satu kain sarung untuk dipakai bersama istrinya shalat. Sehingga saya harus cepat kembali ke rumah.

Mendengar cerita Sa'labah Rasulullah merasa prihatin. Rasulullah berniat untuk membantu Sa'labah. Disaat yang bersamaan Rasulullah memiliki dua ekor domba, jantan dan betina. Rasulullah pun bermaksud memberikan domba itu. Setibanya di rumah Sa'labah, dengan maksud itu, Sa'labah kemudian menerima pemberian Rasulullah.

Waktu kian berlalu domba-domba peliharaan Sa'labah terus beranak hingga jumlah yang sulit untuk dihitung. Kesibukan Sa'labah menjadi berlipat ganda, yang sebelumnya hidupnya pas-pas an kini berbeda 180 derajat. Ia semakin kaya, namun sikap keistiqomahan Sa'labah untuk shalat berjamaah dimasjid kian pudar, bahkan sering terlambat dan perlahan hilang.

Sosok Sa'labah menjadi lalai. Ia terbawa arus kekayaannya. Padahal maksud Rasulullah memberikan hewan peliharaan adalah agar bisa membuatnya hidup berkecukupan dan penuh rasa syukur, bukan untuk menjadi lalai.

Pesan: Setiap manusia memiliki naluri untuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dari hari kemarin. Namun,yang terpenting adalah perubahan yang kita lakukan tidak boleh menyimpang dari hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan dalam Al Qur'an dan Hadits Rasulullah Muhammad saw Serta kedepankanlah rasa syukur (jangan lupa bahagia ).


Sabtu, 10 Oktober 2015

keseimbangan Hidup

Ketika kepala sudah terlalu lelah melihat keatas, menunduklah.Sebab banyak sekali keindahan yang Allah ciptakan yang dititipkan pada luasnya tanah.
Sebaliknya,ketika urat-urat kepalamu sudah terlalu lelah menunduk,menengadahlah.Karena dilangit,Allah ciptakan banyak bintang untuk dapat kita nikmati pijar cahayanya,pun matahari Allah letakkan diangkasa agar kita tahu bahwa keagunganNya melebihi segalanya.

Begitulah perumpamaan hidup,Ketika mencari akhirat, banyak2lah merujuk kepada mereka yang taqwanya jauh diatas kita.Belajarlah istiqamah dari mereka,sebab selalu ada ilmu sebagai jalan menuju Allah yang dapat kita pelajari.

Untuk hal dunia seringlah menunduk,Sebab selalu ada mereka yang hidupnya tak seberuntung kita.
Dari sanalah kita belajar bersyukur dan menghargai apa yang kita punya.Lalu berhenti mengejar apa sebenarnya hanya fatamorgana yang sia sia,karena hidup adalah tentang bagaimana memenuhi kebutuhan,bukan keinginan.

YAkinlah ,Ketika banyaknya ujian yang kita lalui sesungguhnya, setelah lewatnya ujian itu datang kebaikan yang membuat kita lupa pernah mendapati ujian.

#Sabrun Al faqir

Minggu, 27 September 2015

Santri Dayah Harus Kreatif

Sungguh sangat mengharukan,jika seorang santri kreatif dalam melakukan banyak hal di dalam tatanan kehidupan.Kita sebagai santri harus bisa mencerminkan nama baik lembaga kita,guna untuk mengiplimentasikan segala Aktiftas kita di dayah .

jika ada ide yang di kemas oleh santri dari gurunya,santri perlu senantiasa kreatif atau memiliki daya nalar,serta sensitif menyoroti hal yang berkembang saat ini,ini sangat perlu.Apalagi di zaman era globalisasi sekarang ini, persaingan diberbagai hal harus bisa memiliki sesuatu yang berbeda untuk dikemas menjadi sebuah keunggulan atau keunikan.

Dalam konteks inilah,peran seorang santri harus bisa mengenali kemampuan terhadap potensi diri. Selanjutnya,bagaimana mengemas potensi diri tersebut,agar memiliki kecerdasan intelektual maupun spiritual.
Nah,dari situlah peran santri dayah mendapatkan nilai keunggulan yang berbeda,karena seni dan budaya itu bisa di jadikan sebagai salah satu media dakwah dan sosialisasi yang sangat efektif,

Apalagi santri sekarang kebanyakan muda mudi,saya rasa ini sangat cocok untuk membuat santri dayah lebih unggul di berbagai hal, karena kesempurnaan masyarakat hari ini hanya dengan tampilnya santri dayah yang kreatif dan percaya diri,
persoalan peluang usaha itu sebetulnya sama antara lulusan dayah dan lulusan kampus,cuma tergantung mau tidak maunya seorang santri bekerja serius, kalau bahasa sederhananya "man jadda wa jada" barang siapa yang bersungguh2 maka dialah yang akan sukses.

Kita sebagai santri harus bisa menjadi panduan bagi mereka yang awam,supaya mereka punya keinginan untuk mengikuti jejak kita.kebanyakan orang sekarang beranggapan bahwa sosok santri adalah orang yang tidak memiliki masa depan yang cerah,padahal masa depan yg hakiki dapat kita peroleh hanya dengan ilmu didayah,karena dayah merupakan sarana yang efektif untuk melahirkan generasi2 yg berakhlakul karimah.

Maka dari itu,santri harus benar2 mencerminkan perilaku baik bagi masyarakat luas,agar mereka tidak termakan dokrinitas2 yang salah.saya pribadipun sangat tidak setuju apabila ada orang yang beranggapan santri dayah tidak memiliki masa depan.

Di sini mari kita lihat pepatah aceh yg pernah di utarakan oleh nenek moyang kita dahulu "jak beutroh kalon beudeuh,bek rugo meuh saket hate" itu harus benar2 kita kaji ,jangan hanya kita bangga dengan indatu kita yg memiliki sejuta nasehat melalui lirik syair mereka,tapi kita tidak pernah mengamalkan nasehat tersebut.

Jadi intinya,ciptakan rasa cinta kita kepada dayah,agar kita selalu terikat dengannya dan mampu menjadi lampu di tengah2 masyarakat yg telah buta akan ilmu akhirat.
Wallahu a'lam

Mohon koreksinya

#28 Agustus 2013
#Sabrun Alfaqir

Sabtu, 26 September 2015

SEDERHANA

"AKU HANYA INGIN PASANGAN YANG SEDERHANA"

Aku ingin menyayanginya secara sederhana.
Aku harap dia juga menyayangiku secara sederhana.
Sesederhana ku dalam mencintainya.
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersamaNya.
Menyemai kerinduan akan wajahNya.
Sebelum aku dipertemukan dengannya.

Aku bermimpi untuk membangun Istana Indah.
Walaupun istana itu hanyalah pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta dan kasih sayang.

Akan kujadikan pondokku sebagai Surga bagi Istri dan anakku.

Hanya satu keinginanku Yaitu ingin menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi seorang laki2 yang membimbing seorang wanita yang ku cintai dengan cara yang sederhana .

#Al faqir

Selasa, 04 Agustus 2015

Surat untuk calon ibu mertua ku

duhai calon ibu mertuaku,…..
.
Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa dengan kepribadian yang teramat biasa
dan dari kalangan keluarga yang biasa saja…
.
Saya bukanlah Khadijah ra, Seorang wanita yang luar biasa dalam Sejarah wanita islam…dan teramat Mulia
.
Saya bukanlah Aisyah ra, Seorang yang utama dalam ketakwaannya…..
.
Bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam Ketabahannya……..
.
Tidak pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya……….
.
Apalagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid – mujahid kecilnya…….
.
Tapi,..Seperti yang saya katakan,….saya hanya wanita biasa,…
.
Dengan ketakwaan yang biasa….
.
Ketabahan yang tak seberapa,…..
.
Dan kecantikkan saya pun tak pantas di perhitungkan….
.
Namun ibu,…. Saya adalah wanita akhir zaman,….
Yang punya cita – cita, menjadi wanita Sholehah…
Yang akan berusaha mengabdi pada calon Suamiku
dan juga padamu…..Calon Ibu mertuaku….
.
Saya bukanlah musuh mu yang hendak merebut perhatian dan kasih sayang anakmu….
.
Tapi saya akan menjadi rekan mu untuk memberikan kasih sayang pada anak mu..
Dan kelak pada mujahid – mujahidah ku, calon cucu mu duhai ibu,…..
.
Engkau tak perlu khawatir ibu,…
Saya tak akan memonopoli perhatian anak mu,…
.
Justru saya akan menjadikannya lebih taat padamu,….
Karena akan saya katakan padanya bahwa….
engkau lah yang utama patut mendapat perhatiannya lalu saya…
.
Saya pun tak akan marah jika engkau membantu mengatur rumah tangga ku,..
.
Karena sebagai wanita yang baru menikah patutlah saya belajar darimu yang berlimbah pengalaman….
Dan engkau yang lebih tau keinginan anakmu…..
.
Duhai, Calon ibu mertuaku….
Saya harap kita bisa menjadi rekan yang baik,…
.
Karena pernikahan adalah membuka tabir rahasia antara aku dan anakmu…
.
Butuh banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya kejutan-kejutan dari perbedaan antara kami,….
.
Saya berharap engkau dapat menjadi penasehat jika saya sedang dalam ke alpaan…
.
Menjadi pendengar yang setia saat saya ingin berbagi….
.
Karena sekali lagi saya bukanlah siti hajar yang sabar dalam penderitaan.
.
#copyan d line ,thank's yg udah baca :)

Sabtu, 01 Agustus 2015

KITIKA PASANGAN KITA MENINGGAL

Seorang istri menangis ketika memandikan jenazah suaminya.
sambil menangis isteri berkata; "inilah janji kami sebagai suami istri...
"jika abang pergi lebih dulu maka engkaulah yang memandikan jenazah abang, jika engkau yang pergi dulu dari abang, maka abang yang akan memandikan jenazahmu"

Dari luar kamar jenazah rumah sakit, seorang ustazd masuk dan bertanya apakah isterinya mau mamandikan jenazah suaminya..?
ustazd tersebut kemudian bersama beberapa orang menemani si istri memandikan jenazah suaminya.
Dengan tenang isteri membasuh wajah suaminya sambil berdo'a, "inilah wajah suami yang kusayang tetapi Allah lebih sayang padamu...
wahai suamiku... semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menyatukan kita diakhirat nanti"
Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata;
"tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk kemulut kami...
semoga Allah memberi fahala untukmu wahai suamiku...

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata; "tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku...
semoga Allah memberi fahala yang berlipat ganda untukmu wahai suamiku...
Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata; "dengan kaki ini engkau keluar rumah mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasiiiih suamiku...
semoga Allah memberimu kenikmatan hidup diakhirat dan fahala yang berlipat kali ganda...

Selesai memandikan jenazah suaminya, si istri mengecup sayu suaminya dan berkata; "terima kasiiih suamiku, kerena aku bahagia sepanjang menjadi istrimu dan terlalu bahagi...
Wahai suamiku, terima kasiiih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu.. dan aku sebagai seorang istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu...
Subhanallah...
indahnya saling mencintai karena Allah,meskipun terpisah sementara didunia tiada sesal karena yakin bahwa Allah akan mempersatukan kembali diakhirat.
Semoga Allah merahmati setiap pasangan suami istri dan keluarga yang saling sayang menyayangi dan mencintai karena Allah Ta'ala, Aamiiin ya rabbal 'alamiiin...

Minggu, 19 April 2015

Antara Bahagia dan Celaka

Berawal dari perjalanan hidup kita sebagai makhluk ciptaan Allah yg paling sempurna di muka bumi ini,kita sering di hadapkan pada sebuah permasalahan,namun terlalu sering pula kita memalingkan diri dari masalah yang sedang kita hadapai,sehingga pemikiran kita berkata,celakakah diri ini atau bahagia.

Nah,dari situlah kita mulai memijakkan kaki untuk melangkah ,sembari mengaharap ma'unah dan keridhaan dari Allah swt, agar hidup kita di alam dunia ini menjadikan kita sebagai hamba yg amar ma'ruf nahi mungkar.

Tanpa kita sadari bahwa setiap waktu yang kita lewati ibarat suatu tangga yang sedikit demi sedikit menghantarkan kita ke titik akhir dari penghidupan kita di dunia, dimana mati merupakan titik akhir dari bebasnya nafas kita di dunia dan pada akhirnya mati akan membuka pintu akhirat, dimana didalamnya kita akan hidup selama2nya.

Penghidupan kita setelah mati akan berlangsung selamanya tanpa ada batas yang mengakhirinya. dalam penghidupan kita di akhirat kelak hanya ada dua pilihan "Jannah" atau "naar" surga atau neraka. dimana pilihan tersebut ditawarkan dahulu ketika kita hidup didunia, bagi orang yang memilih surga sebagai tempat akhir hidupnya kelak maka ia mengerjakan amalan2 surga,namun bagi orang yang memilih neraka sebagai tempat ia tinggal kelak diakhirat maka ia bersenang2 dengan amalan neraka.

Sahabatku .... Marilah sama2 kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, pergunakan lah waktu yang sedikit ini untuk kita berubudiah kepada Allah swt,semoga kita menjadi hamba yang bahagia dunia wal akhirah dengan cara mengikuti segala petunjuk yang allah turunkan kedunia ini melalui Rasulnya dan kitab2nya, semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan ampunannya selalu kepada kita semua.
AMiin ya rabbal alamin

#Sabrun Jamil Al jenibie