Minggu, 19 April 2015

Antara Bahagia dan Celaka

Berawal dari perjalanan hidup kita sebagai makhluk ciptaan Allah yg paling sempurna di muka bumi ini,kita sering di hadapkan pada sebuah permasalahan,namun terlalu sering pula kita memalingkan diri dari masalah yang sedang kita hadapai,sehingga pemikiran kita berkata,celakakah diri ini atau bahagia.

Nah,dari situlah kita mulai memijakkan kaki untuk melangkah ,sembari mengaharap ma'unah dan keridhaan dari Allah swt, agar hidup kita di alam dunia ini menjadikan kita sebagai hamba yg amar ma'ruf nahi mungkar.

Tanpa kita sadari bahwa setiap waktu yang kita lewati ibarat suatu tangga yang sedikit demi sedikit menghantarkan kita ke titik akhir dari penghidupan kita di dunia, dimana mati merupakan titik akhir dari bebasnya nafas kita di dunia dan pada akhirnya mati akan membuka pintu akhirat, dimana didalamnya kita akan hidup selama2nya.

Penghidupan kita setelah mati akan berlangsung selamanya tanpa ada batas yang mengakhirinya. dalam penghidupan kita di akhirat kelak hanya ada dua pilihan "Jannah" atau "naar" surga atau neraka. dimana pilihan tersebut ditawarkan dahulu ketika kita hidup didunia, bagi orang yang memilih surga sebagai tempat akhir hidupnya kelak maka ia mengerjakan amalan2 surga,namun bagi orang yang memilih neraka sebagai tempat ia tinggal kelak diakhirat maka ia bersenang2 dengan amalan neraka.

Sahabatku .... Marilah sama2 kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, pergunakan lah waktu yang sedikit ini untuk kita berubudiah kepada Allah swt,semoga kita menjadi hamba yang bahagia dunia wal akhirah dengan cara mengikuti segala petunjuk yang allah turunkan kedunia ini melalui Rasulnya dan kitab2nya, semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan ampunannya selalu kepada kita semua.
AMiin ya rabbal alamin

#Sabrun Jamil Al jenibie

Tidak ada komentar :