Minggu, 09 Juni 2013

musuh yang sempurna

Boleh di bilang kamu adalah musuh yang sempurna,
Bagaimana tidak, kamu tidak pernah memposisikan dirimu seperti seorang musuh NYATA yang harus ku libas dengan pedangku, kau selalu pintar menggoda dan merayu, membuatku terkadang mengurungkan niat dan mengikutimu.

Ya,,kata-kata mu selalu mudah dicerna, ajakanmu selalu terlihat indah mempesona, padahal semua hanya tipu daya yang tak pernah terkira busuknya.

Kau membiarkan aku berbuat baik, lalu kau ingatkan aku untuk berharap balik, kau biarkan aku memberi, lalu kau ingatkan aku berharap pamrih.

Aku Beribadah dan Shalat, lalu kau ajarkan aku merusaknya dengan perasaan riak, Aku belajar dan giat menuntut ilmu, kau bilang aku sudah pintar, kau bilang aku bisa, kau bilang aku harus berbangga.

Setelah aku terjatuh dan merana dalam hinanya dosa dosa, aku bisa mendengar tawa bahagia dari mulut terkutuk milikmu.
Tapi memang, bisa dibilang, kau adalah musuh sempurna, kau selalu ada cara untuk membuatku jatuh dan tertimpa tangga, membuatku jatuh dan menikmati dosa-dosa.

Tapi, aku juga akan terus belajar menjadi lawan yang sempurna, dengan petunjuk dan perlindunganNYA, kelak aku juga akan tertawa melihatmu berputus asa, sebab jika hati sudah terpayung ikhlas, setiap kata dan bujukan, tak akan pernah berbekas....aamiin

Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan

Alahmdulillah pada kesempatan ini saya ingin share sebuah kisah yang mungkin sudah cukup terkenal, sebenarnya judul asli dari kisah ini adalah tiga pertanyaan dengan satu jawaban. Cerita cukup unik dan menarik, lumayan menghibur dan menambah wawasan iman kita, Ok ini dia semoga bermanfaat.

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri paman Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, kiai atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.

Pemuda : "Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan saya?"
Kyai : "Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda."
Pemuda : "Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya."
Kyai : "Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya."
Pemuda : "Saya punya 3 buah pertanyaan"

1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan wujud Tuhan kepada saya

2. Apakah yang dinamakan takdir ?

3. Kalau syetan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syetan Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Kyai tersebut menampar pipi si Pemuda dengan keras.

Pemuda (sambil menahan sakit) : "Kenapa anda marah kepada saya?"
Kyai : "Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang anda ajukan kepada saya."
Pemuda : "Saya sungguh-sungguh tidak mengerti."
Kyai : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "Tentu saja saya merasakan sakit !"
Kyai : "Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?"
Pemuda : "Ya."
Kyai : "Tunjukan pada saya wujud sakit itu !"
Pemuda : "Saya tidak bisa."
Kyai : "Itulah jawaban pertanyaan pertama: kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya."
Kyai : "Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?"
Pemuda : "Tidak."
Kyai : "Apakah pernah terpikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?"
Pemuda : "Tidak."
Kyai : "Itulah yang dinamakan Takdir."
Kyai : "Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?"
Pemuda : "kulit."
Kyai : "Terbuat dari apa pipi anda?"
Pemuda : “kulit.”
Kyai : "Bagaimana rasanya tamparan saya?"
Pemuda : "sakit."
Kyai : "Walaupun Syeitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan untuk syeitan."

Keren emang pak Kyai, demikian sebuah kisah Satu Tamparan Untuk 3 Pertanyaan semoga bermanfaat, wassalamulaikum