Selasa, 30 September 2014

Mengarungi Badai Kehidupan

Hidup ini bagaikan sebuah kapal yang mengarungi samudera laut yang begitu luas. Ketika cuaca sedang cerah,maka kapal dapat berlayar dengan lancer tanpa gangguan.
berapa lama perjalanan akan ditempuh dan rute mana yang akan dilewati dapat dilakukan dengan akurat,Bahkan kita dapat menikmati betapa indahnya perjalanan yang kita lalui hingga tujuan.

Tidak demikian ketika kita berlayar dalam keadaan cuaca yang buruk. Hujan badai yang turun akan mengakibatkan gelombang yang sangat besar, sehingga kapal akan terombang ambing dengan begitu dahsyatnya.
Ombak yang sangat besar akan membuat perjalanan menjadi sangat tidak nyaman dan juga berbahaya.

Perjalanan yang ditempuh akan memakan waktu yang lebih lama dan bahkan rute perjalanan juga dapat berubah.
Kapal kecil tidak akan bertahan mengarungi samudera yang sedang diterpa oleh badai. Mungkin saja kapal tersebut dapat tenggelam oleh ganasnya badai yang menerpa. Kapal yang lebih besar dan mempunyai teknologi yang lebih canggih akan dapat bertahan mengarungi badai yang hebat.
Apalagi didukung oleh nakhoda yang berpengalaman, maka kapal itu akan dapat melalui badai dengan selamat.

Demikian juga hidup kita ini, hidup kita ibarat kapal yang sedang mengarungi lautan yang luas untuk mencapai suatu tujuan. Kita tidak akan pernah tahu kapan kita melalui cuaca yang cerah dan kapan kita melalui cuaca buruk dan hujan badai.
Perkiraan cuaca mungkin dapat memberi kita gambaran akan apa yang akan terjadi. Tetapi kita akan tetap melewatinya apakah cuaca sedang cerah ataupun buruk.

Selama hidup, kita berpegang teguh kepada Tuhan, maka Dia akan menuntun setiap langkah hidup kita.
Dia akan memberi kita hikmah atas apa yang akan kita hadapi. Bahkan Dia juga akan menyertai kita dalam setiap peristiwa yang akan kita alami, entah itu baik ataupun buruk.

Untuk dapat melewati badai kehidupan yang begitu dahsyat, kita juga membutuhkan kapal yang besar dan kuat yang dapat mengarungi badai seburuk apapun.kita harus membangun bahtera kehidupan agar dapat mengarungi lautan yang luas dan bahkan melalui semua badai kehidupan yang pernah ada.

Bangunlah bahtera kehidupan kita dengan membina keistiqamahan,berdoa senantiasa kepadaNya,lakukan apa yang menjadi perintahNya, dengan demikian kita
membangun bahtera kita untuk siap mengarungi lautan kehidupan.
Semakin kita istiqamah,semakin kuat bahtera
kehidupan yang kita bangun.

#AL jenibie

Selasa, 09 September 2014

Dayah Tempat Ku Menemukan Jati Diri

Proses pembelajaran di dayah membuat saya banyak berfikir tentang masa depan dan tugas sebagai seorang muslim.Selain ingin sukses dalam belajar,saya juga ingin menjadi seseorang yang bertanggungjawab pada keluarga.

Kehidupan di dayah sangat teratur ketimbang kehidupan di luar.Menurut saya, dayah itu adalah miniatur bermasyarakat,karna di dayahlah saya menemukan cara bermasyarakat.
Di dayah saya juga mendapatkan nilai2 mulia seperti jujur, beretika, sederhana, mandiri,saling menghargai, disiplin, dan hidup berjama’ah,

Namun ,Nilai2 ini hari ini sudah sangat jarang ditemukan di masyarakat, apalagi di kota2 yang sudah nafsi-nafsi (individualistik).
Di dayah saya juga menemukan jatidiri, saya memahami posisi sebagai seorang anak yang harus
mengabdi kepada kedua orang tua, memahami masa depan yang harus saya raih.

Itu sebabnya, saya merasa damai dan semangat belajar di dayah.
Kadangkala saya teringat dan rindu kepada kedua orang tua dan adik-adik saya, juga teringat pada perjuangan mereka yang bersusah payah mendidik dan bekerja siang malam agar bisa membiayai saya di dayah, karna itu saya berkomitmen harus menjadi anak yang sukses,

Jika saya  tidak berhasil menggapai cita2 ( Semeubeut) Orang tua saya pasti kecewa dg saya,Mereka bekerja keras membiayai saya, bahkan mereka tidak pernah mengeluh walau kondisi ekonomi sulit,tapi yang pasti mereka selalu mencari solusi atas kesulitan tersebut yang penting anak nya sukses.

Prinsip hidup :
jadilah anak yang shaleh,karena kita punya pedoman hidup bahwa jika hari ini kita baik maka masa depan kita akan baik, begitu juga sebaliknya.
Kita menjadi pemuda jangan terlalu manja,Jangan berfikir bahwa Islam itu tidak sesuai dengan kemjauan zaman ,namun realiata yg kita lihat sekarang ,justru islamlah yang menjawab semua tantangan zaman .:)
Laisal fata man yakulu kana abi,walakinnal fata man yakuluha anaza :)
Semangat belajarlah yg sangat penting dalam jiwa seorang pemuda ...:)

#Sabrun Al faqir :)