Proses pembelajaran di dayah membuat saya banyak berfikir tentang masa depan dan tugas sebagai seorang muslim.Selain ingin sukses dalam belajar,saya juga ingin menjadi seseorang yang bertanggungjawab pada keluarga.
Kehidupan di dayah sangat teratur ketimbang kehidupan di luar.Menurut saya, dayah itu adalah miniatur bermasyarakat,karna di dayahlah saya menemukan cara bermasyarakat.
Di dayah saya juga mendapatkan nilai2 mulia seperti jujur, beretika, sederhana, mandiri,saling menghargai, disiplin, dan hidup berjama’ah,
Namun ,Nilai2 ini hari ini sudah sangat jarang ditemukan di masyarakat, apalagi di kota2 yang sudah nafsi-nafsi (individualistik).
Di dayah saya juga menemukan jatidiri, saya memahami posisi sebagai seorang anak yang harus
mengabdi kepada kedua orang tua, memahami masa depan yang harus saya raih.
Itu sebabnya, saya merasa damai dan semangat belajar di dayah.
Kadangkala saya teringat dan rindu kepada kedua orang tua dan adik-adik saya, juga teringat pada perjuangan mereka yang bersusah payah mendidik dan bekerja siang malam agar bisa membiayai saya di dayah, karna itu saya berkomitmen harus menjadi anak yang sukses,
Jika saya tidak berhasil menggapai cita2 ( Semeubeut) Orang tua saya pasti kecewa dg saya,Mereka bekerja keras membiayai saya, bahkan mereka tidak pernah mengeluh walau kondisi ekonomi sulit,tapi yang pasti mereka selalu mencari solusi atas kesulitan tersebut yang penting anak nya sukses.
Prinsip hidup :
jadilah anak yang shaleh,karena kita punya pedoman hidup bahwa jika hari ini kita baik maka masa depan kita akan baik, begitu juga sebaliknya.
Kita menjadi pemuda jangan terlalu manja,Jangan berfikir bahwa Islam itu tidak sesuai dengan kemjauan zaman ,namun realiata yg kita lihat sekarang ,justru islamlah yang menjawab semua tantangan zaman .:)
Laisal fata man yakulu kana abi,walakinnal fata man yakuluha anaza :)
Semangat belajarlah yg sangat penting dalam jiwa seorang pemuda ...:)
#Sabrun Al faqir :)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar