Kamis, 14 Agustus 2014

Maafkan Aku Jika Salah dan khilaf

Akhir – akhir ini melelahkan jiwa dan ragaku, sejuta khayal
dan angan menggelayuti  menjadikan diriku lelah dan
terbebani tapi apakah harus kutinggalkan semua itu
ditengah jalan kehidupan ini? Sedang masa depan menatap
dan menanti untuk kuhampiri, jiwaku penuh dengan gejolak
Tanya yang entah kapan hal itu akan berakhir sedangkan detik
demi detik dengan angkuhnya meninggalkanku, sejuta
kenangan terbersit dalam pikiran yang semakin hari semakin
terjejaki bermacam kebimbangan antara kebahagiaan diri
dan kebahagiaan insan lain.

Ya Allah, hamba lelah saat ini, beragam belenggu
menghalangi langkah kaki hamba, bermacam beban
menimpa pundak hamba, mungkin hamba Engkau
pilih untuk semua ini agar hamba menjadi lebih baik dan sebuah ujian yang Engkau hadirkan dalam kehidupan hamba ini dan hamba yakin ada makna dalam semua yang Engkau hadirkan dalam setiap beban dan ujian ini.

Hamba terbebani Ya Allah saat ini karena hamba hanya
insan_Mu yang amat lemah untuk melepas belenggu dan
meringankan beban ini sendiri tanpa kuasa-Mu, tangis
hamba pecah disujud malam ini karena telah
menyakiti insan lain saat ini, kejujuran hambapun harus
menyakiti banyak insan tetapi apakah hamba harus tetap
berjalan sedang kebohongan pada hati ini menyertai dalam
tiap langkah hamba mengarungi samudera kehidupan yang
semakin bergelombang ini.

Salahkah hamba jika harus memilih yang sesuai dengan
apa yang ada dalam hati? Tetapi apakah juga benar jika
harus membuat banyak insan-Mu tersakiti..?
Ya Allah apakah memang Engkau hadirkan hamba didunia ini untuk membahagiakan insan lain tanpa sedikitpun kebahagiaan untuk diri hamba sendiri..? Maafkan hamba saat ini jika sering memberikan sejuta tanya kepada Engkau karena hamba tiada tempat bertanya lagi selain Engkau.

Beban ini telah mendatangkan sejuta pernik karaguan dan
kebingungan diri ini Ya Allah, hamba penat dan serasa tak
mampu tuk memilih antara membahagiakan manusia lain
atau jujur dengan apa yang ada dalam diri hamba sendiri.

Duhai seseorang yang merasa terbebani dengan apa yang
semua telah aku katakan kepada dirimu, maafkan aku
karena dirimulah yang ada dalam kejujuran hati ini dan
maafkan pula hal itu harus membebani dirimu walau
kadang kuberpikir apa yang ada dalam hatimu tidak sama
dengan apa yang ada dalam hatiku tetapi tetap maafkan
aku yang terlalu bodoh untuk menyikapi semua yang ada
didalam kehidupan ini jika aku salah menafsirkan semua
itu.

Duhai seseorang yang menghadirkan kebahagiaan diriku
setelah mengenal dirimu, maafkan aku yang terlanjur mengeluarkan kata kata bejat secara gamblang kepadamu,namun itu semua di luar pemikiran waras ku ,walau terkadang aku berpikir kemuliaanmu itu akan lebih
condong membahagiaakan manusia lain daripada harus
menyakiti insan lain,tetapi memang itulah yang ada
dalam hatiku entah bagaimana kamu menyikapinya aku
akan menerima dengan lapang dada.

Duhai seseorang yang telah memberi sejuta pelajaran pada
aku yang teramat bodoh ini maafkan pula jika aku sering mengajak kamu harus mengikuti apa yang aku inginkan namun kepandaianmulah yang akan selalu mengajari ku untuk selalu berjalan menerima "hitungan" baik dariNya. Tetapi apakah kita memang tidak bisa bersatu kembali sebagai sahabat,sedangkan kita sendiripun tidak tahu apa yang terjadi didetik berikutnya,
Tidak bisakah kita " berusaha" dan berdo'a untuk
menggapai apa yang kita inginkan?

Duhai seseorang yang hatiku telah terpaut olehmu maafkan
aku jika selama ini harus melibatkan kamu dalam
kekacauan pikiranku, namun beri sedikit celah agar aku tahu
apa yang ada dalam hatimu yang kudus agar dapat ku lihat
seberkas sinar dan kujadikan panduan untuk berusaha
meraihnya...
Maafkan aku jika salah dan khilaf selalu menyertai diri yang hina ini...Maafkan lah ,karna maaf mu lah yg membuat langkah ini mudah untuk melangkah  :(

Tidak ada komentar :