Jumat, 11 Januari 2013

ADUHAI PELANGI KU



Jika
Semua jiwa ini ku serahkan untuk cintamu,
bagaimana tanggung jawab ku dengan Tuhanku
Bagaimana ku rasakan kan Ridha rabb ku . . . .
Bagamana ku raih kasih sayang-Nya
Serta Cinta suci-Nya
Karena itu,
Tak kan pernah ku pertaruhkan hidupku
sebagai syarat memiliki cinta kasih mu. .
Tak akan pernah ku korbankan segalanya
untuk mencicipi aroma kasih  mu . .
Namun ku kan selalu ada dalam suka dan duka mu. . .
Ku tau tentang ketabahan hati mu
Ku tau keteguhan iman mu
Ku tau kesucian cinta mu
Dan ku merasakan kelembutan rindu mu
Tapi. . .
Apa bangganya aku mendapatkan cinta dari mu,
namun ku harus kehilangan cinta Allah
Apa bangganya kita mendapatkan cinta dari orang yang kita dambakan,
namun kita kehilanggan kasih sayang Allah..!!!


Edisi 1 umdah dayah mudi mesra samalanga

Kamis, 10 Januari 2013

ASAL MULA JULUKAN BIREUEN SEBAGAI KOTA JUANG

Julukan Kota Juang yang ditetapkan untuk Kabupaten Bireuen menarik untuk ditelusuri asal usulnya. Terlebih masih banyak orang yang tidak mengetahuinya. Bahkan mereka yang mengaku orang Bireuen sekali pun.
  Tgk Sarong Sulaiman, seorang pelaku sejarah dan pejuang yang sekarang berusia 110 tahun, yang berdomisili di Desa Keude Pucok Aleu Rheng, Peudada Bireuen, saat ditemui Narit di rumahnya, kelihatan masih sehat dan ingatannya pun masih kuat.
  Menurut Kepala Badan Statistik (BPS) Aceh, Syeh Suhaimi kepada Narit, Tgk Sarong merupakan salah seorang pelaku sejarah yang masih hidup. “Beliau merupakan seorang pejuang kemerdekaan negara ini, bahkan terlibat langsung dalam masa pergerakan melawan penjajahan Belanda dulu,” kata Syeh Suheimi saat melakukan sensus penduduk di Bireuen beberapa bulan lalu.
  Adapun mengenai Bireuen dijuluki sebagai Kota Juang, menurut keterangan para orang tua-tua di Bireuen, Bireuen pernah menjadi ibu kota RI yang ketiga selama seminggu, setelah Yogyakarta jatuh ke tangan penjajah dalam agresi Belanda. “Meuligoe Bupati Bireuen yang sekarang ini pernah menjadi tempat pengasingan presiden Soekarno,” kata almarhum purnawirawan Letnan Yusuf Ahmad (80), atau yang lebih dikenal dengan panggilan Letnan Yusuf Tank, yang berdomisili di Desa Juli Keude Dua, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Narit berkunjung ke kediamannya sebelum almarhum dipanggil Yang Maha Kuasa.
  Bahkan katanya, peran dan pengorbanan rakyat Aceh atau Bireuen khususnya, dalam mempertahankan kemerdekaan Republik ini, begitu besar jasanya. “Perjalanan sejarah telah membuktikannyA,Di zaman Revolusi 1945, kemiliteran Aceh pernah dipusatkan di Bireuen,” paparnya bersemangat...!!!

Minggu, 06 Januari 2013

AWAL MULA ISLAM MASUK KE ACEH

 Lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 M, menimbulkan suatu tenaga penggerak yang luar biasa, yang pernah dialami oleh umat manusia. Islam merupakan gerakan raksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia dipandang dan segi historis dan sosiologis sangat kompleks dan terdapat banyak masalah, terutama tentang sejarah perkembangan awal Islam. Ada perbedaan antara pendapat di antara ahli sejarah. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia abad ke-13 M, namun ada juga yang mengatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-7 M. Sedangkan kepastiannya, hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa daerah Indonesia yang mula-mula dimasuki Islam adalah daerah Aceh.

Datangnya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai, dapat dilihat melalui jalur perdagangan, dakwah, perkawinan dan ajaran tasawuf, serta jalur kesenian dan pendidikan, yang semuanya mendukung proses cepatnya Islam masuk dan berkembang diIndonesia. Kegiatan pendidikan Islam di Aceh lahir, tumbuh dan berkembang bersamaan dengan berkembangnya Islam di Aceh. Konversi massal masyarakat kepada Islam pada masa perdagangan disebabkan oleh Islam merupakan agama yang siap pakai, asosiasi Islam dengan kejayaan, kejayaan militer Islam, mengajarkan tulisan dan hafalan, kepandaian dalam penyembuhan dan pengajaran tentang moral.

Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Karena itu sebagaimana fithrahnya, maka cepat atau lambat akan menyebar keseluruh dunia dan memenuhi alam semesta. Keniscayaan inilah
yang kemudian membawanya sampai ke wilayahNusantara .

Islam datang ke Nusantara bukan melalui penaklukan tetapi melalui jalur perdagangan. Para sarjana dan peneliti tentang proses kedatangan dan penyebaran Islam di Kepulauan Melayu-Indonesia hampir bersepakat dengan kenyataan bahwa islamisasi di kawasan ini umumnya terjadi melalui jalan damai. Tentu saja ada sedikit kasus tentang penggunaan kekuatan oleh penguasa Muslim Melayu-Indonesia untuk mengonversi rakyat atau masyarakat di sekitarnya menjadi Islam, tetapi secara umum pengislaman berlangsung melalui cara-cara damai.

Hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa wilayah Nusantara yang mula-mula dimasuki Islam ialah daerah Aceh. Menurut Prof. A. Hasymi, kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Islam Perlak yang berdiri pada aba ke-3 Hijriah. Hanya saja terdapat sedikit perbedaan mengenai tahun berdirinya tersebut, ada yang menyebutkan 225 H dan yang lain menyebut 221 H