Sabtu, 27 Desember 2014

Cara Ku

Kertas putihku kini telah bercampur goresan tinta yang
bercerita tentang sebuah rasa kecewa, sementara air
mataku yang jatuh menetes pun semakin menghiasi
kekecewaan hati ini yang kini sedang kucurahkan lewat
coretan yang tak berjudul. Aku hanya ingin mengadu
pada kesunyian, biarkan aku mengubah laraku ini menjadi
cerita dalam kesendirianku.

Aku dihadapmu hanyalah seperti angin yang
menyejukkanmu, kau pun bisa merasakannya namun kau
tak pernah melihatnya. Aku pun seperti perahu sampan
yang kau tumpangi untukmu menyeberangi danau hingga
kau mampu menapaki tanahnya, dan kemudian kau
meninggalkanya setelah kau berhasil menginjakkan
kakimu di daratan.

Aku adalah seseorang yang selalu kau cari disaat kau
membutuhkanku, tapi setelahnya kau tak pernah
sedikitpun menjadikanku sebagai seseorang yang berarti
dalam hidupmu. Tak ada rasa penyesalan bagiku walupun
telah terlalu sering berkorban untukmu, hanya saja aku
harus bertindak dengan caraku karena kurasakan
semakin lama kau semakin merasa bahwa kaulah
segalanya bagiku.

Maafkan aku jika untuk sementara ini sepertinya aku
harus menyendiri dan menjauh darimu. Sejujurnya
kulakukan cara ini bukan untuk menghindar darimu,
tetapi agar kau lebih mengerti dan menghargai arti
hadirku untuk kehidupanmu. Kau hanya perlu
membandingkan saja antara adanya diriku didepanmu di
waktu yag telah kita lewati dengan keadaan saat ini
disaat kau merasakan ketiadaanku.

Kumohon jangan dulu mencariku, dan kuharap kau
percaya satu hal bahwa diantara ketiadaanku ini masih
akan tersimpan kerinduanku untukmu. Setelah ku merasa
tenang, aku akan datang kembali padamu dan
mempertanyakan satu hal yang harus kau jawab dengan
jujur, apakah kau masih akan mempertahankanku? Jika
jawabanmu masih akan memilih hatiku, maka kuminta
sebuah perubahan sikap darimu untuk memulai kembali
cerita cinta denganku. Sebaliknya jika kau tetap seperti
itu, aku sendiri yang akan melepas ikatan cinta kita.
Aku mencintaimu, tapi aku juga punya harapan untuk
mendapatkan yang terbaik didalam kehidupanku.

Tidak ada komentar :