Senin, 17 November 2014

Hidup Butuh Tekat Yang kuat

Banyak yang bilang bahwa mental juang pemuda sekarang semakin melemah. generasi muda sekarang adalah generasi galau yang bisanya hanya mengeluh,mengumbar apapun dijejaring sosial internet dengan gaya sok sedih dan emosi.
Generasi yang terbiasa hidup enak dan instan. Mau pergi ada motor mau makan tinggal beli.Bahkan mau ngaji pun tinggal buka internet bisa dengar pengajian secara langsung.

Hal ini tentu berpengaruh terhadap mental juang,Menjadi mudah menyerah, frustasi bahkan ada yang sempe bunuh diri bila mengalami kegagalan
naudzubillah min dzilik

memang semakin sulit kondisi, biasanya membuat orang semakin cepat dewasa. Sebagai contoh, Ali Bin Abi Thalib radhiyallahuanhu sudah mulai memperjuangkan islam sejak masih kecil.
Beliau mengambil resiko menghadapi tekanan kafir Quraisy demi menyambut seruan dakwah Rasulullah swa.
Bandingkan dengan kita yang dari kecil sudah berislam tidak merasa perlu berjuang untuk memeluknya.
Kita juga sering mendengar kisah perjuangan para ulama dahulu dalam menuntut ilmu. Ada yang pergi jalan kaki berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan satu hadits. Bahkan ada yang kehabisan bekal hingga perutnya kelaparan,karena kesabaran inilah
berdampak luar biasa pada kekokohan ilmu mereka.

Kalau kisah para sahabat dan ulama dianggap terlalu
jauh kita bandingkan saja diri kita dg orang tua kita. Kita mungkin pernah mendengar cerita orang tua
kita "dulu seumuran kamu ayah sudah melakukan ini
dan itu, zaman dahulu orang seusiamu sudah hidup sendiri mencari nafkah".
itulah kehidupan,didalamnya ada perjuangan untuk
menghadapi masalah. apabila hidup ini berjalan mulus,lalu mati masuk surga, apa gunanya Allah ciptakan kita? "
apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan "kami telah beriman"
sedang mereka tidak diuji lagi?" Dan sesungguhnya
kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka
maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang
yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." [Q.S Al-Ankabut:1-3].

Sehingga,marilah kita ubah cara pandang kita. Lihatlah bahwa segala kesulitan yang kita hadapi
sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang Allah.
Semakin besar kesulitan justru menandakan semakin
besarnya kekuatan kita dalam menghadapinya.
Allah memberikn ujian tersebut karena Ia tahu bahwa
seberat apapun itu, insya Allah kita sanggup menghadapinya. "Allah tidak membebani seorang melaikan sesuai kemampuannya" [Al-Baqoroh:286]

sehingga tidak sepantasnya kita cengeng, merasa sedih berlarut-larut ketika menghadapi kegagalan,kita bisa belajar dari diri kita sendiri ketika masih kecil belajar bersepeda. Jatuh bangun bahkan terluka pun kita terus mencoba hingga akhirnya bisa Lancar naik sepeda.
Maka segala kegagalan yang menimpa kita sejatinya
mengajarkan kita untuk bangkit kembali dan menjadi
lebih kuat.
kegagalan perang Uhud tidak mengendurkan semangat para sahabat untuk terus istiqamah memperjuangkan islam. Bilal Bin Rabah radhiyallahuanhu tetap mengucapkan kalimat tauhid walau disiksa oleh majikannya. Dan keistiqamahanpun diajarka Rasulullah saw ketika beliau dilempari batu oleh penduduk Thaif. Begitulah saudara ku, islam telah mendidik umatnya untuk selalu berdiri dan berjuang dalam menghadapi berbagai cobaan hidup ini. wallahu'alam.

#AL jenibe

Tidak ada komentar :