Dahulu, ketika zaman Nabi Muhammad saw. Ada seorang lelaki yang bernama Sa'labah. Dia terkategorikan sebagai seorang yang kurang mampu dalam hal materi atau bahasa kita, Ia seorang fakir (miskin). Namun jika kita tengok dari sisi yang lain, dalam hal ibadah kepada Allah, Ia termasuk golongan hamba yang tidak meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Tentu menjadi hal yang luar biasa, seorang pria yang miskin harta namun ketaatannya tidak membuatnya miskin ruhiyah. (Allah pun menjanjikan pertolongan diakhirat kelak ketika tak ada pertolongan lain selain pertolongan-Nya bagi laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid)
Suatu waktu sosok Sa'labah ini menarik perhatian Rasulullah. Rasulullah selalu melihatnya pulang lebih awal dan terburu-buru ketika usai berjamaah di masjid.
Rasulullah pun hendak menghampirinya dan berkata wahai Sa'labah mengapa tiap selesai berjamaah engkau selalu pulang lebih awal dan aku melihatnya seperti terburu-buru?
Sa'labah pun berkata bahwa di rumahnya hanya ada satu kain sarung untuk dipakai bersama istrinya shalat. Sehingga saya harus cepat kembali ke rumah.
Mendengar cerita Sa'labah Rasulullah merasa prihatin. Rasulullah berniat untuk membantu Sa'labah. Disaat yang bersamaan Rasulullah memiliki dua ekor domba, jantan dan betina. Rasulullah pun bermaksud memberikan domba itu. Setibanya di rumah Sa'labah, dengan maksud itu, Sa'labah kemudian menerima pemberian Rasulullah.
Waktu kian berlalu domba-domba peliharaan Sa'labah terus beranak hingga jumlah yang sulit untuk dihitung. Kesibukan Sa'labah menjadi berlipat ganda, yang sebelumnya hidupnya pas-pas an kini berbeda 180 derajat. Ia semakin kaya, namun sikap keistiqomahan Sa'labah untuk shalat berjamaah dimasjid kian pudar, bahkan sering terlambat dan perlahan hilang.
Sosok Sa'labah menjadi lalai. Ia terbawa arus kekayaannya. Padahal maksud Rasulullah memberikan hewan peliharaan adalah agar bisa membuatnya hidup berkecukupan dan penuh rasa syukur, bukan untuk menjadi lalai.
Pesan: Setiap manusia memiliki naluri untuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dari hari kemarin. Namun,yang terpenting adalah perubahan yang kita lakukan tidak boleh menyimpang dari hukum dan syariat yang telah Allah tetapkan dalam Al Qur'an dan Hadits Rasulullah Muhammad saw Serta kedepankanlah rasa syukur (jangan lupa bahagia ).
Tidak ada komentar :
Posting Komentar