Senin, 26 Mei 2014

Ayah dan Ibu

Dalam kesepian ku sering hati bertanya,siapa yang merencanakan diriku sebagai seorang manusia,sementara aku sadar bahwa aku hadir di rahim orang tua ku bukan atas rencana ku sendiri.
 
Hati ku bertanya,Apakah kehadiraku sesuai dengan rencana dan keinginan ke 2 orang tua ku,juga aku sadar bahwa proses kehadiran ku di dunia ini tidak pernah lepas dari kehadiran ke 2 orang tua ku,aku telah di bimbing untuk menjadi seorang insan yang makan dari jenis makanan yang di makan oleh ke 2 orang tua ku,aku telah di giring mampu berbahasa dalam bahasa ke duanya,jasad ku tumbuh dan berkembang atas perawatan tanpa henti dengan penuh kasih sayang.

Mereka sangat menyayangi ku,menyintaiku dan selalu kuat diatas masa depan ku,mereka telah menyelamatkan diri ini dari kelaparan,telah menyelimuti ku dari kedinginan,semenjak aku berstatus seorang bayi yang belum tau tengtang dunia ini.
 
Kini aku telah dewasa,dunia yg sedang kujalani kehidupan di dalamnya memperkenal kan dirinya pada ku,perjalanannya penuh liku2,sering kali aku terdampar pada kenyataan yg tak pernah terbayangkan sebelumnya.
 Aku sangat ingin bahagia,tetapi kepahitan dan kekalutan selalu menghapiri diriku,hari2 ku hanya mengejar nikmat yang hampir tidak pernah sempat ku nikmati,yang ada hanya kelelahan dalam pencarian,kini aku menyadari bahwa kegersangan hidup tidak bisa hilang dalam gelimpangan harta dan fasilitas kehidupan.
 
Kadang aku menyesali diri atas sikap dan kekeliruan orang tua ku yg mencurahkan kasih sayang nya hanya tertumpu pada kemapanan hidup semata,tetapi lupa mempersiapkan diri ku menjadi anak yg bahagia setelah aku tinggalkan dunia ini.
Mereka telah sangat kasatria menjadi pemimpin ku,tapi hanya untuk menjadi manusia yg siap menjalani hidup di dunia.Aku kehilangan pemimpin bagi iman ku,agama ku dalam rumah tangga tempat kelahiran ku di mana aku di besarkan.
 Aku tidak pernah menyalahkan diri mu wahai ibu,aku bukan membenci mu wahai ayah,jasa mu sangat besar,kasih sayang mu yang tiada berakhir adalah sebuah nikmat dan rahmat yang telah ALLAH berikan pada ku,aku hanya menyesali diri ku atas kejahilan ku,karna di lahirkan dalam sebuah keluarga yg kosong dari pemimpin agama dan akhirat.
Kenapa ibu ?
Kenapa Ayah ?
Kenapa lupa tampil sebagai pemimpin agama ku yang menggiring diriku menjadi anak yg shaleh ,serta sangat menguntung kan diri mu juga setelah ibu dan ayah meninggalkan ku untuk selamanya.
 Aku memang cukup makan,aku cukup minum,aku tidak pernah telanjang karna tidak ada pakaian,jasad ku selalu bersih karna selalu engkau mandikan wahai ibu wahai ayah.
 
Tapi kotor jiwa ini,kotor perilaku ini,kotor pemikiran ini,karna rumah tangga yg engkau bina kosong dari manusia yang selalu membersih kan jiwa ku dan peduli atas nasib ku di saat aku membelakangi dunia ini.
Aku berjanji dan selalu bermohon kepada ALLAH semoga diri ini menjadi pemimpin iman bagi anak2 ku kelak,jangan sampai darah daging ku mengalami nasib yang serupa.
Mau tidak mau,aku harus jadi penyelamat  mereka dari api neraka dan surga menjadi tempat tinggalnya...AMIIN YARABBAL ALAMIN
 

Tidak ada komentar :